Astaga, aku sedang diuji rupanya. Huff. Kebetulan demi kebetulan terus berulang. Dan aku mulai tidak terkendali. It feels like everything is out to make me lose control. Kenyataan yang lucu, sekaligus menyakitkan. Serasa menonton komedi saat wajah diperban. Setiap kali tertawa, nyeri di wajah akan bertambah parah dan gurat luka pun makin menganga.
Astaga, kenapa selalu begitu. Aku bisa saja tidak begitu. Wondering what’s my purpose. I don’t even know why I do the things I do. Tapi apa ini salah? Aku sempat dialog denganMu. “Apa ini salah? ” Lalu aku pun menyadarinya dan mengeluh panjang pendek. Ya, aku memang bersalah. Apa Kau sudi memaafkanku yang tolol ini? Atau ini karena hobiku makan buah simalakama? Ah, rumit sekali menjadi seorang aku.
Masih adakah kesempatan untukku?