Jadi Guru Dadakan

Salah satu yang berkesan adalah mendapat kesempatan mengajari anak-anak SD yang rame, usil, tapi semangat belajarnya tinggi. Mereka sering menjemput kami, guru-guru dadakan yang sudah ditunggu-ditunggu tapi tak kunjung datang. Suara timbul tenggelam nyaris hilang di tengah kegaduhan anak-anak itu.

Ada anak yang bandel, susah diatur. Ada anak yang tak bisa duduk diam. Ada anak yang kecil mungil tapi semangat terus. Ada anak yang tomboinya minta ampun. Ada anak yang narsis. Ada anak yang cerdas dan penurut. Ada anak yang rajin. Ada anak yang tidak menganggapku guru tapi teman bergosip (astaga!). Maaf sampai sekarang masih belum hafal seluruh nama-nama kalian. Kesempatan yang diberikan memang terlalu singkat.

Kalian sebenarnya berhak menuntut ilmu setinggi mungkin. Walau ada banyak kekurangan yang mungkin menghambat kalian. Kita tak bisa menyalahkan keadaan, kan. Tapi kelak kalian pasti akan jadi ‘orang’. Aku tidak main-main dengan apa yang kukatakan di akhir perjumpaan kita. Semoga kalian dapat meraih cita-cita, apapun itu.

Oh,ya. Bersabarlah akan guru yang killer, karena tak selamanya kita duduk di bangku yang sama. Aku tahu itu karena aku pernah mengalaminya.

Buat adekku yang suka nggosip: Makasih banyak, dek, atas pertemanan kita selama ini. Nggosipnya dikurangi, ya. Hayo, hampir lulus. Belajar, belajar! Kangenn..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.